Pimpinan wilayah Fatayat NU Bengkulu melaksanakan kegiatan pengkaderan Garda Fatayat (GARFA) yaitu Diklat Tingkat Dasar (DTD) Garda Fatayat NU. DTD ini merupakan kolaborasi pengkaderan PW Fatayat NU Bengkulu bersama pimpinan cabang GP Ansor kota Bengkulu.
Kegiatan di buka langsung oleh ketua pimpinan pusat GP Ansor sahabat Abdul Haris Ma’mun dan dihadiri oleh Sekretaris PWNU Bengkulu Bapak Prof. Dr. H. Zubaedi, M.Ag., M. Pd. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat – Minggu, 27-29 Oktober 2023 di SMK Agribisnis dangau datuk kota Bengkulu.
Kegiatan DTD yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut juga dihadiri oleh tokoh tokoh penting di antaranya pembina PW Fatayat NU Bengkulu sahabat Saadah Mardliyati, sahabat Irna Riza dan Sahabat Mona Anggraini. pembina GP Ansor kota Bengkulu Prof. Dr. H Khairuddin Wahid, sekretaris PWNU Bengkulu Prof. Dr. Zubaedi, ketua PW Fatayat NU bengkulu dan ketua PW GP Ansor Bengkulu, ketua PC Fatayat NU kabupaten Bengkulu Tengah, ketua PC Fatayat NU kabupaten Bengkulu Utara, ketua PC Fatayat NU kabupaten Mukomuko, ketua PC Fatayat NU kabupaten Seluma, ketua PC Fatayat NU kabupaten kaur, Sekwil PW GP Ansor sahabat Zaidi Amran, kasatkorwil Ansor Bengkulu sahabat Nopri Azwari, ketua PCNU kota Bengkulu H. Riskan Syahbuddin, Kakan Kemenag Kota Bengkulu Dr. Sipuan, perwakilan dari Kapolresta dan dandim 0407 Kota Bengkulu, serta ketua RT dan ketua RW.
Kegiatan ini merupakan kegiatan pengkaderan perdana bagi Garda Fatayat (GARFA) PW Fatayat NU Bengkulu. Setelah disepakati seluruh aturan serta juknis kegiatan pada Rapat Kerja Nasional PP Fatayat NU di Surabaya pada bulan September lalu.
Menurut Fatrica Ketua PW Fatayat NU Bengkulu, GARFA merupakan lembaga yang berkoordinasi di bidang pendidikan dan pengkaderan. GARFA memiliki tugas sebagai pasukan pengawalan kegiatan Fatayat NU, pengawalan para ibu nyai, kegiatan kebencanaan dll. Kegiatan Diklat Terpadu Dasar ini diharapkan mampu membentuk kader-kader militan yang memiliki daya juang yang tinggi.
Kegiatan DTD GARFA I ini merupakan pembentukan kader pelopor bagi Garda Fatayat di Provinsi Bengkulu. Kader pelopor GARFA ini akan menjadi pengurus Satkorcab pada masing-masing Kabupaten. Salah satu tugas Rencana Tindak Lanjut yang wajib dilaksanakan adalah mengumpulkan pada Denwatser pasukan PW GP Ansor Bengkulu yang telah resmi dikembalikan ke Fatayat NU Bengkulu. Hal yang paling sulit adalah merawat kader. Indikator kesuksesan kegiatan pengkaderan adalah keaktifan kader pasca DTD. Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang terstruktur dan terencana perlu dilakukan secara konsisten, ungkap Fatrica.
Selanjutnya Abdul Haris Ma’mun dalam sambutan pembukaan DTD GARFA dan BANSER pelatihan dan pengembangan kader Fatayat dan Ansor yang berkualitas sangat penting dalam mencapai visi dan misi yang telah di tentukan. Semoga sinergi ini terus berlanjut hingga ke Pimpinan Cabang di daerah.
“Peserta DTD GARFA dan Banser setelah nantinya telah resmi menjadi anggota agar tetap aktif dalam menjalan visi dan misi yang telah di tentukan dan mendukung upaya Fatayat dan Ansor dalam melayani masyarakat dan agama.
Zubaedi Sekretaris PWNU Bengkulu dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Fatayat dan Ansor ini. Kegiatan-kegiatan pengkaderan seperti ini sangat baik, untuk melatih skill pemuda dan pemudi NU. Pada masa yang akan datang. Para Fatayat dan Ansor inilah sebagai kader yang melanjutkan perjuangan Muslimat dan NU.
Kegiatan ini bertemakan “Membentuk Kader Militan, Tangguh menjadi Benteng Ulama mendampingi Umat dalam Menangani Masa Depan”. Kegiatan diikuti oleh 100 orang peserta dengan semangat tinggi peserrta yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti Diklat Terpadu Dasar Garda Fatayat angkatan 1. Peserta sangat antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan yang telah di tentukan oleh panitia.
Dokumentasi Kegiatan
Editor: Eno
Pewarta: Humas Fatayat