Dalam Sebulan ini, NU Care LAZISNU Kabupaten Seluma menjadi pelaksana Program Pembagian Sembako, kerja sama Pengurus Pusat LAZISNU dengan Kedutaan Besar Tiongkok. Secara konsep, program ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu dengan indikasi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar, masyarakat termiskin dan masyarakat yang rentan terkena bencana alam.
Dalam pelaksanaannya, sasaran kegiatan ini adalah 50 orang masyarakat di wilayah Kabupaten Seluma dan 50 warga masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah. Di Kabupaten Seluma, Masyarakat sasaran progam merupakan anggota Program Kaleng Koin (kotak infak) yang dikordinir oleh Pengurus Cabang LAZISNU Kabupaten Seluma, sedangkan sasaran di Kabupaten Bengkulu Tengah, merupakan masyarakat yang belum bergabung dalam Program Kaleng Koin, namun diharapkan akan bergabung dalam progam tersebut di bawah kordinasi PC LAZISNU Kabupaten Bengkulu Tengah.
Hidayati, selaku kordinator Program Pembagian Sembako ini menyatakan bahwa progam ini, selain sebagai bentuk tanggung jawab kepedulian sosial terhadap masyarakat kurang mampu, juga merupakan upaya untuk membangun silaturahmi dan ikatan yang erat LAZISNU dengan warga, sehingga dalam jangka panjang masyarakat bukan saja sebagai penerima dana infak sedekah, namun bisa menjadi warga yang memberikan infak dan sedekah. Artinya secara bertahap, LAZISNU berupaya membangun kemandirian warga masyarakat.
Dimulai dengan pendataan calon sasaran, kemudian menyiapkan paket sembako, akhirnya pada Minggu tanggal 16 Juni 2024, sebagian paket sembako telah didistrubusikan kepada masyarakat di Kabupaten Seluma. Sementara penyaluran sembako di Kabupaten Bengkulu Tengah dilakukan pada Selasa 25 Juni 2024 di Desa Susup Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dengan fokus sasaran warga lanjut usia di daerah rawan bencana.
Penyaluran sembako di Bengkulu Tengah dilakukan bersamaan dengan kegiatan pengabdian masyarakat dari Jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Bengkulu, dengan tema Pemberdayaan Warga Lanjut Usia Melalui Pelatihan Mitigasi Bencana. Yessilia Osira, selaku ketua tim pengabdian dari Universitas Bengkulu menyampaikan bahwa kolaborasi Universitas Bengkulu dengan NU Care LAZISNU ini berupaya memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mitigasi bencana bagi warga lanjut usia agar mampu menghadapi bencana alam yang mungkin menimpanya. Dalam pelatihan tersebut, materi mitigasi bencana disampaikan oleh Bang Fahmi dan Bang Harlis sebagai pratisi Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Provinsi Bengkulu. Selesai penyampaian materi warga lanjut usia dibagikan paket sembako, yang penyalurannya dibantu mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Bengkulu,